Tampilkan postingan dengan label home. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label home. Tampilkan semua postingan

Buka Bersama di rumah Singgah Dian Mitra

Assalamu'alaykum wr wb sahabat..

Masih ingat kegiatan kami yang Sale Bulan Ramadhan kan? Masih ingat kan ya, kan baru beberapa hari lalu kami launching kegiatannya..Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas partisipasi sahabat sekalian dalam acara ini. Alhamdulillah kegiatan buka bersama dan pembagian sembako dapat berjalan dengan lancar pada Senin, 13 Agustus 2012 di Rumah Singgah Dian Mitra, gang tongkang, Senen, Jakarta Pusat. Karena waktu yang singkat, kami ucapkan pula permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk sahabat yang belum sempat berpartisipasi dalam kegiatan kali ini. Insya Alloh sahabat masih dapat berpartisipasi untuk kegiatan kami selanjutnya.

Sahabat...Sebelumnya ijinkan kami untuk menyampaikan sedikit curhat kami. Jadi, sebelum acara ini fix akan dilaksanakan, kami sempat ragu. Mengingat persiapannya yang sekitar sepekan, kami agak khawatir terkait donasi untuk kegiatan tersebut. Setelah koordinasi dengan mb Veny (beliau ini adalah salah satu pembina Rumah Singgah Dian Mitra), anak asuh yang akan hadir pada kegiatan kami adalah sekitar 70 orang ditambah 15 orang dari panti asuhan di Tangerang  yang berada di bawah yayasan yang sama. Itu artinya kami harus mempersiapkan 85 paket makan dan sembako. Ketika membicarakan anggaran itu, sempet was2 dananya bakal cukup atau ga. Tapi kami putuskan untuk tetap dilaksanakan  Urusan donasi yang terkumpul, sambil jalan saja, semoga cukup aja pas hari H. 

Kamis 9 Agustus 2012,  kegiatan buka bersama ini baru dipublish via blog ini. Waktu yang tersisa tinggal 4 hari sebelum hari H. Tapi seluruh pengeluaran untuk kegiatan tersebut sudah harus diselesaikan sebelum hari H. Pengeluaran ini utamanya adalah untuk pembelian sembako dan pemesananan paket makan untuk buka.

Sabtu, 11 Agustus 2012, kami melaksanakan briefing yang  rencana dilanjutkan belanja sembako. Lagi-lagi ketika sampai pada anggaran, per tanggal tersebut, uang yang ada untuk pembelian sembako masih cukup. tapi uang untuk paket buka belum nutup masih kurang sekitar Rp1.000.000,00. Kalo kurangnya segitu masih sangat optimis bisa nutup. Ketika masih briefing itulah salah seorang personil Zhafira yang kebetulan tidak dapat hadir pada briefing tersebut, mengabarkan bahwa donasi yang terkumpul di dia ada Rp1.000.000,00 1n, fyuuh..Alhamdulillah kami semua bernapas lega. Paling tidak uang yang terkumpul sudah menutupi anggaran yang direncanakan. Jadilah siang itu kami berbelanja sembako. 

Sebelum belanja, kami sudah searching harga di web, jadi sudah membuat list barang yang akan dibelanjakan dengan anggaran yang dibuat sangat mepet. Tapi kenyataan di lapangan kadang tidak sesuai  dengan rencana. Di lapangan, ternyata ada beberapa item barang yang harga promonya tidak bisa diambil semua, stoknya habis, atau bahkan sudah tidak tersedia harga promo, tapi ada juga sih harga barang yang  ternyata dibawah yang dianggarkan. Jadi masih bisa lah subsidi silang antar barang. Hari itu kami berbelanja dengan sukses. Tercatat banyak belanjaan kami mencapai 8 trolley. Berhubung sebelumnya tidak terbayang jika belanjaan kami akan sebanyak itu, jadi belum mempersiapkan transportasi untuk mengangkut semuanya. Habisnya kami pikir pakai beberap taxi aja cukup, tapi liat barangnya udah dalam box-box agak besar gitu, emang butuh berapa taxi coba. Akhirnya diputuskan untuk menyewa pick up saja. Telp lah ke pemilik pick up untuk menjemput kami. Alhamdulillah ada tukang angkutnya sekalian, jadi kami ga perlu repot angkat-angkat barang. Tapi untuk sewa pick up ini, kami ga bisa menawar dengan harga murah T_T

Ahad, 12 Agustus 2012..Agenda kami adalah packing sembako. Oh ya hari sebelumnya sudah mulai dicicil sih. Tapi belum selesai semua. Jadi, Ahad ini kami menyelesaikan packing 85 paket sembako. Alhamdulillah diijinkan untuk memakai lantai bawah pemilik kos. Jadi dapat tempat agak lega. Pun setelahnya dapat tempat pula untuk menginapkan paket sembako semalam lagi di rumah pemilik kos. Jadinya kami kan ga perlu angkat naik turun 85 paket sembako itu. Alhamdulillah, masih dimudahkan Alloh..:)

Kemudahan lain datang ketika untuk transportasi dari basecamp ke rumah singgah akan dibantu oleh seorang bapak baik hati yang bersedia mengantar. Semoga Alloh mencurahkan rahmatNya untuk beliau. Untuk ta'jil dan makan besar juga sudah selesai dipesan, dan dianatar Senin sore. oke, jadi Ahad itu sudah fix semua, tinggal eksekusi di hari Senin. 

Senin, 13 Agustus 2012.. Hingga hari H, masih ada donasi yang masuk. Itu artinya justru surplus. Rencananya seluruh surplus tersebut akan disampaikan ke rumah singgah tersebut dalam bentuk tunai (untuk laporan pertanggungajwaban donasinya akan diposting setelah posting ini). 

Menurut rundown, acara akan dimulai pukul 17.00. Mulai pukul 15.45 personil Zhafira sudah mulai bergerak. sebagian mengambil sembako dan paket makan di basecamp. Sebagian akan langsung menuju TKP untuk menghandle adek-adek. tidak ada kendala berarti dalam pengangkutan sembako hingga TKP. Pun sampai sana teman-teman sudah langsung menghandle acara. Jadi tidak ada keterlambatan yang signifikan.

Sore itu,sekitar 70 anak sudah berkumpul di lantai 2 rumah singgah Dian Mitra. Acara dimuali dengan cerita nabi Sulaiman. Adek-adek cukup antusias mendengarkan, ya walaupun ada sebagian yang ngobrol sendiri, diem aja di ujung, atau malah ga perhatiin sama sekali. tapi secara keseluruhan mereka cukup antusias mendengarkans ambil sesekali menjawab pertanyaan yang diajukan. Tentu harus diming-imingi hadiah. hadiahnya ada buku, coklat, permen, dan snack lainnya.


Selesai dengan nabi Sulaiman, dilanjut cerita moral tentang ludah. Tidak terasa sebentar lagi adzan Maghrib. Cerita selesai, selanjutnya mulai bersiap untuk berbuka dengan ta'jil. Ta'jil sore itu adalah es buah dan kurma. Begitu adzan berkumandang, kami buka puasa bersama. Kemdian dilanjutkan dnegan solat Maghrib berjamaah. Selesai solat maghrib adalah makan besar. Terakhir adalah penutupan sekalian dengan pembagian sembako.



Secara keseluruhan, acara tersebut sudah berlangsung dengan lancar. Seluruh amanah sahabat sudah disalurkan. Untuk sisa dana, isnya Alloh seluruhnya akan disampaikan tunai.Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas pasrtisipasi sahabat sekalian.

ajrakallahu fii maa a’thaita, wa baaraka la ka fii maa abqaita

Semoga Allah membalas Anda dengan pahala karena apa-apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberkahi Anda karena apa yang engkau abadikan
Wassalamu'alaykum wr wb



Cibuyutan, Sebuah Kampung (bukan) di Negeri Dongeng (part 3)

Assalamu'alaykum Wr Wb..
Sahabat, penasaran kan dengan kelanjutan kisahnya...Yuk, monggo lanjut saja dibaca..Eh, yang belum membaca dari awal, silakan baca dulu part I dan part II nya ya... :))


Setelah berbincang dan bercanda sejenak dengan anak-anak yang ternyata bahasanya Sunda pisan euy, masing-masing dari mereka segera menempatkan posisi sesuai dengan pembagian tugas. Para muslimah basecampnya di salah satu rumah penduduk sedang yang pria di Mushalla.

Melihat lantai papan yang terhampar sebegitu pasrahnya, seperti mengajak tubuh-tubuh kelelahan itu untuk sejenak berbaring meluruskan tulang punggungnya. Rayuan itu seperti panah-panah syetan yang siap menembus dada orang-orang beriman. Namun, mereka datang jauh-jauh ke sana bukan untuk tidur. Mereka datang untuk bekerja. Berbagi cinta.
Maka setelah menaruh tas-tas pribadi, mereka kembali lagi ke madrasah untuk mengeksekusi kegiatan: bermain bersama anak-anak dan dilanjutkan dengan pembagian bingkisan untuk mereka. Buku-buku cetak, tas-tas lucu yang berisi alat tulis, dan stelan baju muslim. Terbayang betapa riuh, berisik, dan gembiranya mereka.
Jiwa wanita itu ingin sekali bisa ikut dalam momen itu, melihat tingkah polah polos bocah-bocah selalu saja menarik bagi dirinya. Atau minimal bisa menjadi penikmat dengan mengambil foto-foto tawa lepas mereka. Tapi asas kemanfaatan telah memandulkan keinginan itu. Di basecamp tinggal beberapa gelintir orang yang harus menyiapkan makan siang panitia dan makan malam panitia-warga. Kebayang betapa repotnya. Tangan mereka tidak mungkin cukup berkejaran dengan waktu dengan sekian banyaknya hal yang harus mereka lakukan. Mengupas bumbu-bumbuan, memotongnya, menghangatkan rendang, menggoreng ayam, menggoreng tempe, membuat tumis sayuran, membuat pecel dll.
Wanita itu pun mulanya hanya membantu mengupas dan memotong bumbu-bumbu, pelajaran paling dasar memasak yang baru dia kuasai. Namun ketika tim konsumsi semuanya sibuk membungkus makan siang panitia , mengejar waktu karena sudah jam 2-an, tiba-tiba saja ada kesepakatan tanpa rapat yang membuat wanita itu harus menepuk berkali-kali jidatnya karena kebingungan. Teramanahkanlah pekerjaan paling mudah untuk para wanita, sedang hal itu terasa sangat menakutkan untuk satu wanita itu: membuat tumis buncis-wortel untuk 120 orang. What?!! Masak untuk suami saja wanita itu belum pernah, bagaimana masak perdananya langsung akan ‘dinikmati’ sekian banyak orang? Bagaimana kalau tidak enak? Lebih parah lagi, bagaimana kalau malah bikin keracunan? Sepertinya tidak keren jika keesokan paginya headline koran-koran bertuliskan: gegara belajar memasak, 120 orang dirawat inap. Duh Gusti..
Segala rayuan untuk menukar amanah, coba diterapkan. Hasilnya nihil. Karena setiap orang merasa pekerjaan itu sangat mudah. Sambil tidur juga bisa. Begitu mungkin pikir mereka. Akhirnya, wanita itu memantapkan dirinya. Toh masih bisa nanya-nanya. Iya kah?!
Mbak bumbunya apa saja? Jumlahnya seberapa? Perlu pakai ini tidak? Perlu pakai itu tidak? Dan serentetan pertanyaan lain yang kesemuanya dijawab berulang dengan satu kata sakti: terserah. Dan akhirnya wanita itu berjuang sendirian bereksperimen dengan berbagai bumbu yang entah nyambung entah tidak. Dia juga juga sudah punya jawaban terkait hasilnya nanti: terserah. Tapi untungnya ada mbak-mbak yang membantu mengaduk-aduk dan bisa dijadikan target percobaan, alhamdulillah hasilnya tidak terlalu mengecewakan untuk seseorang yang bergelar amatiran. Setelah itu dilanjut dengan menggoreng ayam dan membuat pecel. Cincailah, batin si wanita yang sudah mulai bisa membangun kepercayaan dirinya di dunia asing perdapuran.

Akhirnya selepas maghrib selesai juga tim konsumsi menyiapkan makan malam untuk warga dan panitia, yang akan dibagi pada saat menonton layar tancep bersama.

Ternyata jumlah warga yang hadir pada malam harinya membeludak. Gelap malam tanpa lampu-lampu tidak menyurutkan langkah mereka untuk menonton Film Serdadu Kumbang yang sudah disiapkan panitia. Seringkali terdengar koor suara terbahak dari para penduduk melihat kepingan adegan lucu yang menggelitik simpul saraf tawa mereka. Riuh rendah. Semarak. Mengusir jejak kabut dingin malam yang mulai datang menyapa kampung tanpa penerangan itu.
Paginya mereka sudah mulai packing semenjak sebelum shubuh. Karena sebagaimana rencana awal, sebelum jam 7 mereka harus sudah mulai mengulang rute untuk kembali ke Jakarta tercinta. Namun wanita itu masih punya satu PR amanah. Seratus sepuluh amplop uang zakat dan shadaqah yang dititipkan ke Circle of Love yang masih belum mendapatkan momen untuk membaginya. Tidak bisa dibarengkan dengan penyerahan baju layak pakai sebagaimana sore kemarin telah dilakukan. Karena amanah uang zakat ini spesifik hanya untuk 8 golongan mustahiq saja. Maka setelah minta izin pada koordinator acara agar sedikit ‘memolorkan’ waktu keberangkatan, kemudian menculik satu bocah yang bisa dikuras energinya, maka segera beraksilah ia.
Jarak rumah yang agak berjauhan dengan medan yang naik turun agak sedikit mengurangi kecepatan gerak mereka. Belum lagi rumah-rumah yang hampir sama modelnya, kadang membuat bingung ini tadi sudah apa belum? Mereka nampak seperti Zorro dalam cerita bualan, atau mungkin malah seperti maling kesiangan. Apa pasal? Banyak rumah yang penghuninya sudah dari pagi-pagi pergi mencari nafkah, sehingga amanah uang itu harus diselipkan di bawah pintu. Di tempat yang kira-kira saat pintu dibuka langsung terlihat oleh si empunya. Sehingga pose-pose ‘pengintipan’ bawah pintu menjadi pemandangan utama. Tentu saja selain wajah-wajah bahagia warga Cibuyutan yang merasa mendapatkan dekapan kasih dari para muzakki, manusia-manusia asing yang tak dikenalnya, namun kebaikan hatinya sampai di tangan mereka.




Dan setelah lelah berkeliling dan waktu semakin mendekati batas akhir, maka mereka memutuskan menyudahi aksi. Masih ada 19 amplop yang belum terdistribusi. Namun fleksibel, karena dari sejumlah itu tinggal dari uang shadaqah. Yang uang hasil zakat, Alhamdulillah sudah lunas habis terbagi.
Dan kini saatnya, pulaaannngggg…
Pengalaman yang sungguh menakjubkan. Tim yang profesional. Teman-teman yang bisa mengikis ego demi sebuah kemaslahatan. Dan sebuah kampung yang seharusnya hanya ada di dongeng-dongeng khayalan. Terima kasih semuanya.. Semoga kita bisa berjumpa dan bergabung pada misi-misi kemanusiaan selanjutnya… ^^




end

Sekian kisah dari kampung Cibuyutan. Kami mengucapkan terima kasih seluas-luasnya kepada seluruh pihak yang telah membantu. Jazakumullah khairan katsiro..


Wassalamu'alaykum wr wb






* ditulis oleh Rita Lestari
Staf Biro Sumber Daya Manusia, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan

Cibuyutan, Sebuah Kampung (bukan) di Negeri Dongeng (part 2)

Assalamu'alaykum wr wb Sahabat... :)

Setelah beberapa hari menunggu, tentunya sahabat sudah tidak sabar kan menanti kelanjutan cerita bakti sosial di kampung Cibuyutan..? :) Kalo lupa atau belum baca, silakan baca bagian pertamanya dulu disini. selanjutnya di posting kali ini kami akan melanjutkan ceritanya. Postingan kali ini ditulis dan dikisahkan langsung oleh salah seorang personil Zhafira yang ikut serta menajdi relawan ke kampung Cibuyutan. Berhubung tulisannya sedikit panjang, kami memutuskan untuk di split lagi..Jadilah cerita kegiatan ini menjadi 3 seri..Biar ga semakin penasaran, monggo langsung dibaca kisahnya :)


Malam mulai pekat menggulita ketika starter si merah mulai memberisiki halaman rumah. Hembus angin menelusup ke celah-celah badan yang tak sempurna dibungkus jaket, seiring dengan perputaran roda yang melaju tak seberapa cepat. Dingin. Tapi tak lebih dingin dari segaris risau yang telah membeku menjadi bongkahan es yang menggelayut langit hati. Kepergiannya kali ini terasa sangat berat. Hasil pertarungan logika dan hati, yang keduanya tidak memberikan alasan untuk tetap pergi. Suami yang tidak bisa membersamai, rekan-rekan satu tim yang berhalangan karena amanah lain yang jauh lebih krusial telah menanti, agenda wajib pekanan yang terpaksa ia harus membolos lagi untuk yang kesekian kali. Belum lagi, ia sama sekali tak mengenal dengan baik satu pun dari orang-orang yang akan menjadi teman seperjalanannya nanti, kondisi tempat tujuan yang belum mampu sempurna ia bayangkan, terlebih bahkan ia tidak tahu lokasi rumah yang hendak ia singgahi malam ini.
Namun ada dorongan kuat dari hatinya yang tak mampu ia tampik. Seperti cercah kecil cahaya keyakinan yang tak berhasil ia padamkan dengan alasan-alasan kebenaran dan pembenaran yang ia ajukan dari sejak semalam sebelum ini. Hanya dengan bekal itu ia memutuskan untuk tetap pergi, sembari menghiba agar Dia memberikan Ridha-Nya dan bukan murka-Nya. Menjadikan kepergiannya itu sebagai ladang penebar kemanfaatan dan bukan pembawa kemudharatan. Atasnya, dan atas orang-orang yang dicintainya. Atas orang-orang yang ia tinggalkan, dan atas orang-orang yang ia tuju. Bismillah bi idznillah..
Jam menunjuk angka sepuluh ketika motor itu berhenti di depan sebuah rumah apik yang telah ramai dengan manusia-manusia antah berantah yang tak dikenalnya. Menjadi seorang asing dan terasing , kini tak lagi menjadi beban pikirannya. Toh mereka disatukan dengan ikatan kuat melebihi kentalnya darah, ikatan akidah. Sekulum senyum, sebaris salam sapa, dan sejabatan hangat tangan-tangan wanita yang ada di sana, menggugurkan semua aura negatif yang ia bawa. Lega. Menuansakan ceria. Alhamdulillah..
Mereka pun berkerumun dalam percakapan rencana kegiatan esok hari sembari menunggu arahan untuk briefing. Karena banyaknya barang yang harus dipacking, briefing malam pun mundur lama. Hampir lewat tengah malam, padahal mereka harus bangun jam dua. Lelah, tapi tak ada yang merasa terpaksa. Menguras tenaga, tapi tak ada keluhan yang keluar dari lisan mereka. Semangat mereka telah melampaui kemampuan fisik. Energi kebaikan yang mereka pancarkan telah memenuhi setiap ruang dalam petak rumah Pak Anis malam itu. Dan akhirnya beberapa manusia termasuk wanita itu sebentarpun tak memejamkan matanya. Terlampau banyak yang harus disiapkan sedang waktu terus mendetak mendekati rencana keberangkatan. Ada yang menyiapkan bekal konsumsi untuk mereka selama di lokasi: mengiris buncis, wortel, tempe, mengungkep ayam, menggoreng tempe, membuat rendang dll. Ada yang memfiksasi rundown dan menyiapkan kelengkapan untuk panitia. Dan beberapa ikhwan masih sibuk menata ulang barang-barang bantuan.
Lewat pukul tiga semuanya baru selesai. Mereka pun berarak segera beranjak menuju  lokasi baksos. Kampung Cibuyutan. Beberapa mengendarai mobil dan beberapa lainnya mengendarai sepeda motor. Waktu dhuha mulai meninggi ketika mereka sampai di basecamp awal yaitu di sebuah Pondok Pesantren sederhana. Di sini mobil-mobil diparkir karena jalanan masih cukup lebar. Setelah melepas lelah sebentar dan memuaskan keperluan yang berhubungan dengan air –karena di kampung Cibuyutan konon katanya air bersih itu adalah barang langka-, mereka pun memulai misi mereka.

Banyak sekali barang bantuan yang harus mereka bawa: Karpet, al-Quran, mukena, buku-buku cetak untuk madrasah, baju/tas/sepatu layak pakai, baju seragam stelan untuk anak-anak, dan paket tas sekolah. Masing-masing orang yang berjalan mendapatkan jatah menggotong satu paket bantuan semampu mereka. Sedangkan yang  nekat berkendara motor menyusuri jalanan cadas off road cibuyutan, dipersilakan membawa beban yang lebih berat dan banyak. Dan wanita itu pun segera meraih sebuah bungkusan hitam yang teronggok, tanpa menilik dulu apa yang ada didalamnya. Beratnya sedang. Dan ia merasa mampu membawanya tanpa kepayahan yang berlebihan. Pikirnya semula.



Awal perjalanan semua nampak bersemangat, bergembira, dan sangat menikmati perjalanan mereka. Jalanan masih landai walaupun tetap harus berhati-hati karena berupa bebatuan yang terlihat seperti gigi-gigi yang menyeringai, yang siap merobek sesiapa yang tergelincir di atasnya. Namun siapa yang peduli dengan ancaman itu, ketika mata dimanjakan dengan pemandangan yang sungguh indah. Sawah berpadi hijau kekuningan menghampar sejauh mata memandang. Bukit-bukit hijau bersusun nampak di ujung jauh muara jalan. Mentari dhuha membagi hangatnya ditemani semilir angin yang membelai manja. Sungai berbatu dengan gemericik air yang mengalir diantara celah-celahnya. Sempurna.





Tapi satu jam kemudian semuanya tak lagi sama. Pemandangan seindah itu sudah tak lagi mampu terekam di lensa mata. Bukan karena pemandangannya yang menurun tingkat keindahannya, namun persepsi diri si pemilik mata yang tak lagi mampu menikmatinya. Terkalahkan oleh payah yang semakin menjajah. Belasan kilo yang telah terlewat. Jalanan yang semakin konsisten mantap menanjak. Matahari siang yang menggelorakan panas utuh sedang tak ada pepohon rindang sepanjang jalan sebagai tempat berteduh. Tangan, pinggang, serta kaki yang kebas karena barang bawaan yang semakin jauh dibawa berjalan, seolah beratnya semakin berlipat dengan cepat.
Keringat membanjir disekujur tubuh manusia-manusia itu. Tak ada lagi yang nampak berjalan bergerombol, karena ritme jalannya sudah tak lagi sama. Mereka masing-masing berjuang atas diri mereka dan apa yang mereka bawa. Tak ada lagi gurauan dan obrolan, yang ada tinggalah dengus-dengus nafas tak beraturan. Disana sini sepanjang jalan setapak, nampak spesies-spesies itu berserakan mengatur dan mengukur kemampuan diri agar tak kehabisan energi sebelum sampai tempat tujuan nanti.
Dan wanita itu pun mulai terhuyung. Matanya pedas karena keringat yang menetes masuk ke dalamnya. Baju dan jilbabnya telah basah oleh keringat. Kantung hitam yang dibawanya sudah tidak berbentuk. Sobek tak beraturan dengan cairan licin berbau pekat yang merembes membasahi bajunya dan melebar ke jaket serta roknya. Yang semakin menyulitkannya, karena ia kini tak tau mesti memegang bungkusan itu dengan cara seperti apa karena saking licinnya. Dia hanya memandangi bawaannya sambil mengatur detak jantungnya yang seperti mau copot dari tempatnya karena saking cepatnya berdenyut. Dia beruntung membawa kantung itu. Yang isinya baru ia ketahui setelah bajunya terlumuri. Rendang. Ya rendang seberat 8-9 kilo saja.
Ingin menyerah di situ sebenarnya. Ia sudah tak merasai tubuhnya. Kebas semuanya. Apalagi setelah tahu bahwa dia baru melewati sepertiga jarak dari yang seharusnya. Belum lagi jalanan di depan yang semakin bertambah tinggi tingkat kemiringannya. Hfffhh,, tapi tak boleh menyerah sekarang. Dia sudah memutus untuk membawa itu dan dia harus menerima segala resiko dari apa yang diputusnya. Harus sampe finish. Apapun yang terjadi. Fighting!
Diapun kembali berjalan, sedang kelebat Asma’ binti Abu Bakr terus memompa semangatnya. Bagaimana ia setiap hari mengantar makanan untuk Ayahanda dan manusia termulia di Gua Tsur saat bersembunyi dari kejaran kafir Quraisy dalam rangka hijrah. Perjalanan yang tidak main-main. Medan padang pasir yang sulit ditaklukkan, jarak yang sedemikian jauh, serta ancaman pembunuhan apabila misinya terendus para penyembah berhala. Ditambah lagi pada saat itu beliau sedang hamil besar. Subhanallah.. Malulah wanita itu jika menyerah segampang itu, sedang apa yang dia rasai sekarang pastilah belum ada apa-apanya dengan apa yang harus ditanggung oleh wanita pemilik dua sabuk surga. Maka ia mencoba terus melangkah dengan hati yang senantiasa membisik mengiba: laa haula wa laa quwwata illaa billaah..laa haula wa laa quwwata illaa billaah.. walaupun tetap saja setiap baru berjalan lima, enam, atau tujuh langkah ia mesti berhenti untuk kembali mengatur nafas.
Setelah seolah-olah ia merasa sudah mau mati kecapean, akhirnya sampai juga ia di pos satu. Setengah jalan menuju kampung dongeng Cibuyutan. Jangan bayangkan pos satu ini adalah sebuah tenda atau bangunan yang ada fasilitas kamar mandi, isi ulang air minum, atau tempat tidur. Ia hanyalah sebuah tanah landai di samping jurang, yang dirindangi oleh pepohonan sehingga sengat surya tak sampai mencabik tanahnya. Tapi bagi para musafir dongeng, tempat itu merupakan sebuah ‘surga kecil’ yang Allah anugerahkan bagi mereka. Pemandangan indah terhampar di lembah depan mereka. Angin berkejar-kejaran, menggesek helai-helai daun yang memunculkan simponi biola alam. Subhanallah, tempat melepas lelah yang sempurna. Mengisi kembali paru-paru yang tadinya seperti sudah kempes tanpa udara. Ingin sekali berlama-lama di sana, seandainya mereka tidak ingat masih separuh jalan lagi menuju tempat menanam bibit cinta mereka. Harus segera beranjak, sebelum syetan-syetan memberati mata dengan kantuk yang tak tertahan yang akan menjadi penghambat perjalanan. Mereka pun kembali berjalan. Dengan semangat yang mulai memercik lagi baranya. Selamat tinggal surga dunia, kami akan menapak lelah lagi demi untuk Surga-Nya.


Singkat kata, sampailah juga para pengembara cinta itu pada kampung tujuannya. Wajah-wajah yang tadinya pucat kumal dibakar matahari, mulai menunjukkan geliat kehidupannya. Seulas senyum tersungging manis di bibir-bibir pecah mereka. Akhirnya, perjuangan panjang dan melelahkan itu terbayar. Bocah-bocah dengan mata yang meletupkan semangat dan keingintahuan atas orang-orang asing yang terdampar itu, menyambut  berjejalan di sebuah gubuk yang mereka sebut dengan ‘madrasah’. Yang insyaAllah tak seberapa lama lagi sebutan madrasah itu akan berpindah pada bangunan yang lebih layak, yang berdiri atas ijin Allah melalui perantara tangan-tangan penuh kasih yang ringan terulur untuk saudara-Saudaranya yang berkekurangan. Alhamdulillah..
 To be continued...

 Sekian dulu postingan seri kedua ini..Kelanjutannya silakan tunggu pada postingan part III.. :))
Wassalamu'alaykum wr wb

Cibuyutan, Sebuah Kampung (bukan) di Negeri Dongeng (Part I)

Assalamu’alaykum sahabat Zhafira

Pertama2, Zhafira mau ngucapin banyak terima kasih buat sahabat Zhafira yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan Zhafira kali ini, apapun bentuk partisipasinya. Hanya Allah yang bisa membalasnya.

Ajrakallahu fii maa a’thaita, wa baaraka la ka fii maa abqaita..
Semoga Allah membalas Anda dengan pahala karena apa-apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberkahi Anda karena apa yang engkau abadikan..

Oiya, Zhafira mau share nih, bantuan sahabat2 sekalian Insya Allah sudah sampai kepada yang membutuhkan di Kampung Cibuyutan. Kegiatan bakti sosial sudah berlangsung dengan sukses pada tanggal 30 Juni s.d. 1 Juli 2012. karena satu dan lain hal, mohon maaf sebesar-besarnya jika LPJ dan update kegiatan tersebut baru dapat kami posting.  Rencananya update kegiatan tersebut akan kami tulis dalam dua posting yang terpisah. Kali ini Zhafira mau ngasih tahu teksnisnya dulu. Pekan terakhir bulan Juni seluruh bantuan sudah masuk ke basecamp Zhafira. Baik dalam bentuk pakaian, uang, tas, sepatu dan sebagainya. Awalnya seluruh bantun tersebut kami masukkan ke dalam kardus besar dan sudah kami pilah-pilah berdasarkan jenisnya. sebagai informasi, sumbangan yang terkumpul mencapai 12 kardus besar. Ada baju wanita, baju pria, baju anak-anak, tas, dan sepatu. Namun, dalam technical meeting dengan tim Myquran pada tanggal 23 Juni 2012, dengan pertimbangan kondisi jalan menuju kampung Cibuyutan yang cukup sulit, bantuan tersebut tidak dapat diantar dengan kendaraan. Kondisi jalan menuju kampung Cibuyutan ini dapat sahabat baca dalam postingan sebelumnya. Intinya, pada technical meeting tersebut diambil kesimpulan bahwa pengantaran bantuan akan dilakukan dengan jalan kaki. Demi memudahkan para relawan mengantar bantuan tersebut, akhirnya terjadi perubahan rencana. sumbangan yang semula direncanakan diantar dalam bentuk kardus, dibongkar kembali dan dipacking dalam bentuk paket kecil. Paket kecil tersebut dimasukkan ke dalam tas kresek besar. Pertimbangannya nih, supaya para relawan yang berjalan kaki kesana akan mudah membawanya. Selain itu, baju yang sudah di pack dalam paket kecil akan memudahkan pula dalam distribusinya.


Hari Ahad lalu, tanggal 24 Juni 2012, Zhafira mulai membongkar kembali sumbangan dalam kardus untuk di packing ulang dalam bentuk paket. Tiap paket berisi 2 potong baju pria dewasa dan 2-3 potong baju wanita dewasa (termasuk jilbab), sedangkan baju anak-anak kami pisahkan dalam paket tersendiri dengan pertimbangan tidak setiap keluarga mempunyai anak kecil. 


Total baju yang terkumpul mencapai sekitar 200 paket. sekitar 20 tas kresek besar.


 Pada tanggal 28 Juni 2012, perwakilan dari Tim Myquran menjemput seluruh sumbangan tersebut untuk disatukan dengan sumbangan yang lain. Dan Alhamdulillah seluruh sumbangan tersebut sudah disampaikan kepada warga kampung Cibuyutan pada acara baksos kemarin.

Oke, terima kasih semuanya..
InsyaAllah postingan berikutnya kami akan menulis kegiatan hari H di kampung Cibuyutan.
.
Wassalamu'alaykum wr.wb. 


Zhafira

Update Kegiatan Promo Bulan Mei :)

Assalamu'alaykum wr.wb

Sahabat..mau update acara nih untuk acara promo bulan Mei Circle of Love..Ada sedikit perubahan rencana untuk kegiatan kali ini. Beberapa waktu lalu, kami menerima sebuah proposal kegiatan bakti sosial dari sahabat-sahabat di myquran. Setelah bermusyawarah, kami memutuskan untuk acara kali ini, kami akan bergabung dengan kegiatan bakti sosial yang akan diselenggarakan sahabat-sahabat myquran tersebut.

Salah satu pertimbangan kami bergabung dengan kegiatan sahabat-sahabat myquran adalah pada dasarnya tujuan kegiatan Circle of Love dan myquran ini sama. Jadi alangkah baik jika bantuan yang terkumpul disatukan untuk kemudian disalurkan ke target yang lebih besar.  Kegiatan tersebut insya Allah akan dilaksanakan di Kampung Cibuyutan, Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Cibuyutan berada di antara lereng Gunung Sungging dan Gunung Langgar. Lokasinya paling ujung timur Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Cianjur. Kegiatan akan dilaksanakan tanggal 30 Juni-1 Juli 2012.

Sebagai gambaran, terdapat 100 lebih keluarga atau sekitar 500 jiwa tinggal di kampung tersebut. Warga tak mengenal program keluarga berencana. Setiap keluarga umumnya punya anak lebih dari tiga. Ada yang punya enam anak bahkan lebih. Umumnya anak-anak perempuan yang telah berusia 13 tahun atau selepas lulus SD akan dinikahkan. Untuk menuju ke Kampung Cibuyutan Lokasinya terisolasi dan sama sekali tidak ada upaya membuat akses transportasi ke sana meski Kabupaten Bogor merupakan penerima APBD terbesar di Provinsi Jawa Barat. Jalan menuju lokasi itu penuh dengan perusahaan besar dan pertambangan raksasa, baik dari arah Cibinong sebagai ibu kota kabupaten maupun dari ibu kota negara, Jakarta. Jarak dari Jakarta ke lokasi hanya sekitar 80 km.



Jalan menuju kampung Cibuyutan ini sedikit sulit. Jalan agak menanjak dan setapak, licin, kiri kanan sawah, semak belukar tebal, melewati tanaman nanas liar serta hutan pepohonan yang menjulang. Pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati, terutama saat melintasi beberapa kayu dan bambu yang dihamparkan sebagai jembatan melintasi sungai dan kali-kali kecil Cisero. Jembatan itu umumnya sudah miring. Ular pun sering terlihat melintas. Sejauh mata memandang, sejak keluar dari jalan desa dan masuk ke perkampungan, yang terlihat puluhan kandang kerbau. Setelah berjalan kurang lebih 2 km, baru ditemukan satu rumah. Bentuk dan kondisi rumah tak berbeda dengan kandang kerbau di sampingnya.

rumah di Kampung Cibuyutan

Kandang kerbau

Hampir seluruh rumah berbentuk panggung, dengan bahan baku kayu dan bambu. Ada yang memakai genting, tapi lebih dominan beratapkan anyaman daun kirai (enau) yang dalam bahasa Sunda disebut hateup. Dari sekitar 80 bangunan rumah, hanya tiga menggunakan bahan semen atau ditembok. Itu pun bagian bawah saja dengan ketinggian kurang lebih 0,5-1 meter dari tanah. Masyarakat setempat mengaku tidak mampu membangun dengan bahan modern seperti semen, besi, batu bata, pasir, serta batu kecil. Akses jalan untuk membawa benda itu pun tidak ada. Untuk membawa satu sak semen, ojek memasang tarif Rp13 ribu dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Padahal, pendapatan warga rata-rata hanya Rp7.000 -Rp10 ribu per hari dengan membelah batu.

Sampai sekarang Kampung Cibuyutan masih gelap gulita pada malam hari. Tidak ada aliran listrik. Sebagai penerangan, warga menggunakan lampu teplok. Biasanya setiap bangun pagi,lubang hidung penghuni berubah hitam oleh jelaga. Memang ada beberapa rumah– yang membuka warung kecil– punya genset berbahan bakar solar atau bensin.

Sekolah hanya satu yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahussolah, setingkat SD. Bangunan sekolah hasil swadaya masyarakat. Kondisinya sangat tidak layak. Bangunan menyerupai gubuk dari bilik bambu yang ditopang beberapa tiang kayu. Cahaya menerobos dari genting-genting lapuk yang sudah bergeser. Di dalam ruangan berukuran 6 x 2,5 meter itu terdapat sembilan pasang meja/kursi belajar yang juga sudah usang dan rusak. Karena buatan warga, bentuk mebel tersebut berbeda dengan yang terdapat di sekolah umumnya.Akibat daun pintu terbuka terus, ternak seperti kambing, bebek, dan ayam biasa masuk ke kelas saat siswa belajar. Menurut Mista, salah seorang pengajar, saat ini ada 72 siswa yang belajar di MI Miftahussolah. 

Gambar sekolah:


ruang kelas MI Miftahussolah
Madrasah baru rencananya akan dibangun. Hingga saat ini pembangunan madrasah tersebut baru sampai pada tahap pembuatan pondasi. Insya Allah harapan kami semua bisa melanjutkan pembangunan madrasah tersebut hingga selesai. Bismillah..biidznillah..

Untuk lebih lengkapnya, sahabat dapat mengunjungi situs myquran. Selanjutnya, kami sudah berkoordinasi dengan sahabat di myquran. Pada intinya sahabat di myquran dengan senang hati bekerja sama dengan Circle of Love. Rencananya seluruh sumbangan baik pakaian, uang, dan sebagainya yang sudah masuk di kami, akan kami salurkan kepada sahabat di myquran. Untuk pelaksanaan kegiatannya, kami juga akan ikut langsung dalam acara bakti sosial tersebut. Sahabat yang berminat untuk ikut dalam acara tersebut, kami persilakan juga. Sahabat bisa menghubungi kami untuk konfirmasi keikutsertaan.

Oh ya, mengingat acaranya akan dilaksanakan pada akhir Juni, batas akhir pengumpulan sumbangan akan kami perpanjang hingga pekan ketiga bulan Juni. Jadi, para sahabat yang belum sempat bongkar-bongkar lemari, ga perlu galau. Masih ada cukup waktu untuk menyumbang.. :)  Untuk sahabat yang sudah menyumbang, kami ucapkan terima kasih..ajrakallahu fii maa a’thaita, wa baaraka la ka fii maa abqaita..Semoga Allah membalas Anda dengan pahala karena apa-apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberkahi Anda karena apa yang engkau abadikan..

Wassalamu'alaykum wr.wb









Promo Pahala Bulan Mei....!!

Asssalamu'alaykum Wr. Wb.. Sahabat...

Sebulan sejak kegiatan perdana Circle of Love..Jadi sempet sedikit vakum ya..Baiklah seperti pada rencana awal, Circle of Love akan mengadakan kegiatan per dua ato tiga bulan. Nah, ini saatnya kami akan mengadakan kegiatan lagi. Kegiatannya sedikit berbeda dengan kegiatan perdana kemarin. Kali ini kami akan mengadakan promo pahala di bulan Mei.. ^^

Menindaklanjuti usulan dari sahabat-sahabat sekalian, terutama juga mengakomodasi sahabat-sahabat yang punya baju pantas pakai tapi udah ga mau dipakai lagi (singkatnya boleh ya, dibilang baju bekas ^^ ), kami berencana untuk mengumpulkan sumbangan-sumbangan tersebut untuk kemudian kami salurkan kepada yang berhak. Pemberian baju bekas itu nantinya akan berupa paket. Satu paket akan berisi baju, sembako, dan buku doa.. Untuk lebih jelasnya...chek it out..!!

APA
Kegiatannya berupa penyaluran paket yang berisi baju bekas, sembako, dan buku doa di pemukiman kurang mampu.

KAPAN
Kegiatan ini rencananya akan kami adakan sekitar akhir bulan Mei atau awal bulan Juni (jadwal masih tentative)

TARGET OPERASI
Hingga hari ini, tim kami sedang melakukan survey tempat target selanjutnya. Jika sahabat punya usulan tempat, monggo silakan di share ke kami...

GIMANA CARA SAHABAT BERPARTISIPASI?
Sahabat dapat berpartisipasi dengan banyak cara... 
  1. Jika sahabat memiliki baju-baju lama yang sudah enggak dipakai, dan masih pantas pakai, silakan dikirim ke kami. Contact Person bisa dilihat di Tentang Kami. Atau jika bingung atau males bawanya, silakan kontak kami.. Kami bersedia menjemput bola dari sahabat sekalian.. Bentuk sumbangan ga harus berupa baju loh..tapi boleh juga berupa uang, sepatu, tas, atau apapun yang layak untuk diberikan.. Brangnya ga harus bekas juga, baru juga boleh kok..;)
  2. Sahabat bisa memberikan usulan tempat pelaksanaan acara ini. Mengingat tempatnya belum fix, masih sedang dalam proses survey. Rencananya target tempat adalah perkampungan atau rumah singgah.
  3. Sahabat bisa ikut terjun langsung pas hari H. Bagi sahabat yang berminat silakan hubungi contact person kami.
  4. Dengan menyebarluaskan pemberitaan ini, sahabat juga sudah membantu acara ini loh..;)
GIMANA MEKANISME KEGIATANNYA
  1.  Sejak posting ini diterbitkan hingga H-1 kegiatan, kami akan melayani pengumpulan sumbangan dari sahabat sekalian, sekali lagi sumbangan dapat berupa baju, tas, sepatu, uang, dsb..Kami melayani layanan jemput bola (sementara untuk lokasi sekitar Lapangan Banteng), tapi jika sahabat ingin sekalian bersilahturrahim dengan kami, monggo bisa diantar ke Jalan Cempaka Putih Utara L6 (tapi janjian dulu yaa,,^^).
  2. Sembari melakukan pengumpulan, tim survey lapangan akan melanjutkan survey target tempat kegiatan. Masih dibuka usulan tempatnya ya..
  3. Pada hari  H-1, barang-barang yang telah dikumpulkan akan kami bungkus dalam paket-paket. Satu paket berisi pakaian, sembako, dan buku doa" Loh, kalo dibungkus gitu kan yang dapet belum tentu cocok pakaiannya.." Iya, makanya kami lebih memilih tempat perkampungan saja. Alasannya mereka yang sudah dapat pakaian ini, jika tidak cocok bisa saling tukar sendiri dengan tetangganya. Hanya antisipasi saja, jika bentuknya bazaar, kami khawatir akan rusuh karena rebutan pakaian..
  4. Kira-kira gambaran besar acaranya seperti itu...Usulan kegiatan, saran, atau kritik silakan disampaikan kepada kami..:)
Jadi..tertarik dengan promo bulan ini..Yuk Mari bergabung.. :)
Ditunggu partisipasi dari sahabat semua...


Wassalamu'alaykum Wr. Wb.



First Action-Taman Suropati 11 Maret 2012

Assalamu’alaykum sahabat...
Alhamdulillah tanggal 11 Maret 2012 kemarin, terlaksana sudah debut Zhafira. Acaranya berupa bagi-bagi rejeki hasil sumbangan sahabat sekalian kepada para petugas kebersihan di Taman Suropati  dan sekitarnya.
Aksi dimulai pada pukul  06.00 WIB. Dengan muka ngantuk personil  Zhafira kumpul di taman air mancur Kanpus Kemenkeu. Sebenarnya target awalnya petugas kebersihan di sekitar Lapangan Banteng, tapi berdasarkan hasil penyisiran, sedikit sekali calon target yang ditemukan. Setelah narsis (poto2) sebentar, kami sepakat untuk mengarahkan sasaran ke Taman Suropati. Berdasarkan sumber yang terpercaya, sebut saja Mbak Dian, di wilayah itu banyak calon target bertebaran. Kami pun segera menuju ke sana, menyusuri jalan dan segera beraksi begitu melihat target.
Sekitar 300m sebelum Taman Suropati, ban motor salah satu personel  Zhafira bocor. But the show must go on.. Kelompok dibagi dua, yang pertama bertugas  menyelesaikan misi, yang lain mencari bengkel.  Alhamdulillah acara bagi-baginya selesai pukul  09.30 WIB, kami berharap pemberian sahabat semua tepat sasaran.Untuk acara pertama ini, masing-masing orang mendapat paket berisi uang senilai Rp100.00,00, buku doa harian, dan kutipan hadits. Kesemuanya diamsukkan ke dalam satu amplop putih. 

Ini isi amplop yang dibagikan


Senyum yang tulus

Oiya, Zhafira mau ngucapin terima kasih buat semua yang sudah memberi andil dalam acara ini, baik dalam segi materi, tenaga dan waktu. Semoga Allah membalasnya. Tunggu operasi kami berikutnya ya...


Wassalamu’alaykum wr.wb.



Berbagi Cinta

Assalamu'alaykum wr wb..

Salam cinta untuk sahabat... :)

Sahabat, berbicara tentang cinta pasti selalu menyenangkan. Tidak pernah ada kata habis dan bosan untuk yang satu ini. iya kan.. ;) Ah begitu juga dengan blog ini. Berawal dari rasa kecintaan diantara kami. Berawal dari sebuah lingkaran yang kami sebut sebagai lingkaran cinta.  Dan agaknya kami pun ingin rasa cinta kami ini kami sebarkan untuk sahabat. Kata ustadz Salim A Fillah sih, mengambil cinta di langit dan menebarkannya di Bumi. Kami ingin menerbarkan cinta itu di Bumi. Hmm,,jadi terjawab kan, kenapa blog ini kami beri nama Circle of Love- Sepercik Cinta Kita untuk Semua :)


Jadi, cinta seperti apa yang ingin kami bagikan kepada sahabat. Sedikit flash back ke beberapa waktu yang lalu, ketika sebuah tayangan televisi menginspirasi salah seorang dari kami. Kemudian di sharing di pertemuan pekanan itu, akhirnya disepakati kenapa tidak kita berbuat sesuatu. Ide yang sederhana, tetapi harus diwujudkan. Akhirnya setelah melakukan beberapa kali diskusi, menggodog kegiatannya, bagi-bagi tugas, akhirnya mateng juga kegiatannya. Kegiatannya sendiri kami namakan Circle of Love, sama dengan  blog ini. :)

Kegiatannya cukup sederhana, kami hanya ingin mengakomodasi sahabat-sahabat yang sering kebingungan untuk menyalurkan, zakat, infaq, sodaqoh, baik dalam bentuk uang maupun barang. Atau kadang ada juga sahabat yang ga sreg kalo harus menyalurkan dana seperti itu ke yayasan zakat, soalnya ga tau uangnya dikemanain. Nah, untuk itu kami ingin membantu sahabat, sealigus mengajak sahabat untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan ini. Secara ringkas, kegiatan yang akan kami lakukan adalah seperti ini:
  • Penyalurannya zakat, infaq, sodaqoh dilakukan tiap dua bulan sekali.
  • Untuk zakat kami pastikan penyalurannya kepada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat. Sedangkan untuk akad infaq dan sodaqoh, penyalurannya akan lebih fleksibel. 
  • Bentuk penyalurannya, tidak selalu berupa uang, tetapi dapat berupa paket sembako. Sedangkan untuk akad berupa insfaq dan sodaqoh penyalurannya dapat berupa buku-buku, kotak makan.
  • Untuk sumbangan berupa pakaian atau barang, penyalurannya menyesuaikan. Maksudnya jika dirasa sulit untuk langsung menyalurkannya, kami akan menampung dulu sumbangan yang ada. Jika kuantitasnya sudah cukup, kami dapat mengadakan bazaar baju bekas. 
  • Rencana target penyaluran adalah yayasan yatim piatu, kawasan kumuh, rumah singgah (list masih disusun)
 Untuk kegiatan ini, kami sangat membutuhkan partisipasi dari sahabat. Bentuk partisipasinya macam-macam kok. Apa aja sih, yang bisa sahabat lakukan untuk kegiatan ini:
  1. Sahabat bisa ikut menyalurkan zakat, infaq, sodaqoh melalui kami, baik dalam bentuk uang maupun barang. Caranya, untuk uang, sahabat dapat melakukan transfer ke BRI kcp Depkeu no rekening 050701010570502 a.n. Indri Rahmawati. Kemudian sahabat bisa konfirmasi via telp/sms ke 08988287587 disertai keterarangan peruntukan uang tersebut, apakah untuk zakat, infaq, atau sodaqoh. format konfirmasi adalah sebagai berikut nama_peruntukan dana_ jumlah uang_transfer via, contoh: Annisa_zakat_Rp75.000_BR. Untuk barang dapat sahabat menghubungi kami di cp di akhir tulisan ini. Kami juga menyediakan layanan jemput bola. Maksudnya kami bersedia ambil mengambil zakat, infaq, sodaqoh atau sumbangan dalam bentuk apapun. Untuk sementara layanan jemput bola baru dapat kami layani untuk Kementerian Keuangan di sekitar Lapangan Banteng.
  2. Sahabat bisa ikut serta juga dalam penyalurannya (untuk kegiatan ini, kami akan mempublishnya melalui blog ini. Dan untuk sahabat yang sudah terdaftar, kami akan melakukan konfirmasi keikutsertaan kegiatan).
  3. Sahabat bisa mengirimkan cerita hikmah, artikel atau tulisan apapun, boleh cerita nyata atau fiksi terkait zakat, infaq, dan sodaqoh dan tulisan inspiratif lainnya. Tulisan dapat dikirim melalu email ke circle.of.love.zhafira@gmail.com.
  4. Sahabat boleh juga mengirimkan email dan saran untuk perbaikan kegiatan ini. Saran dan kritik yang mebangung akan sangat kami hargai.:)
  5. Seluruh dana yang masuk akan kami buat laporan pertanggungjawabannya setiap kegiatan penyaluran selesai dilaksanakan. Laporan akan kami publish di blog ini dan akan kami kirimkan secara pribadi kepada pemberi zakat, infaq, sodaqoh. 

Kegiatan pertama, insya Allah akan dilaksanakan pada pekan ketiga bulan Maret (jadwal masih tentative).  Selanjutnya, blog ini akan mejadi sarana mempublish kegiatan kami. 

Untuk contact person, sahabat dapat menghubungi orang-orang dibawah ini untuk pertanyaan lebih lanjut terkait kegiatan kami ini.
  1. Rita Lestari (Sekretariat Jenderal Kemenkeu)
  2. Leny Kartiningsih (Sekretariat Jenderal Kemenkeu)
  3. Yuli Setyawati (Sekretariat Jenderal Kemenkeu)
  4. Dian Rahayu Nugraheni (Inspektorat Jenderal Kemenkeu)
  5. Amy Pramanda (Inspektorat Jenderal Kemenkeu)
  6. Andriyani widyaningsih (Inspektorat Jenderal Kemenkeu)
  7. Arifana wibawaningtyas (Bapepam-LK)
  8. Indri Rahmawati (Bapepam-LK)
  9. Zetry Fachrani Koto (Bapepam-LK)
  10. Wening Naraswari (DJKN)
  11. Septi Setyaningsih (dirjen Pajak)
  12. Andiah Zahroh ( DJPU)
  13. Annisaningrum Yuliastuti (DJPU)